cukup lama langit membendung hasratnya,
hari ini, ia menumpahkannya sepanjang malam,
sedunya seolah menggambarkan luka yang dialaminya
jeritannya seolah menyiratkan duka mendaging
memekakkan telinga siapapun yang mendengarnya
menyalaknya ia seakan hendak meruntuhkan langit
akan kah bumi memusuhinya atau
akankah ia mampu memutarbalikkan bumi yang ditakdirkan padanya?
bagaimana ia bukan nasib yang menentukan,
indahnya ia, maka ia-lah yang menentukan